Showing posts with label BERITA KRIMINAL. Show all posts
Showing posts with label BERITA KRIMINAL. Show all posts


Begitu tiba di Cirebon Kapolri Jenderal Timur Pradopo langsung melakukan olah TKP,  Kapolri mengungkapkan bahwa saat ini belum bisa memastikan bahan peledak jenis apa, karena proses olah TKP belum selesai.

 Juga di duga kuat bom di simpan di dalam tubuh korban, namun posisi tepat belum bisa di pastikan karena korban juga mengalami luka di punggung.

  Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan pihaknya terus berupay1a mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di masjid Az Zikra di kompleks Mapolresta Cirebon, yang sekarang jenazahnya telah di terbangkan ke RS. Kramat Jati Jakarta.

Timur menjelaskan pelaku memiliki ciri-ciri berusia antara 20 – 25 tahun dan memiliki tinggi badan sekitar 170 cm. ''Pada bagian perut atas sebelah kanan korban, terdapat tanda bekas luka,'' katanya.

Timur mengungkapkan pelaku meledakkan bom di shaf ketiga saat jamaah solat Jumat baru saja membaca takbiratul ikhram. Akibat ledakan tersebut, pelaku tewas dan sekitar 27 lainnya terluka. Selain menimbulkan korban luka, ledakan bom itu juga menyebabkan atap dan kaca masjid rusak.

Mengenai jenis bom yang diledakan oleh pelaku, Timur belum dapat memastikannya. Dia mengatakan bahwa aparat kepolisian masih menyelidiki hal tersebut. ‘’Ya sabar dulu,’’ ujar Timur.
read more

Friday, April 15, 2011 0 comments

NAMA KORBAN BOM CIREBON




Informasi Dirintelkam Jabar menyebutkan jumlah korban luka akibat ledakan bom bunuh diri Cirebon itu sebanyak 27 orang. Satu orang meninggal dunia yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.
Inilah daftar nama Ke-27 korban luka tersebut:
1. Kapolresta Cirebon, AKBP Herukoco.
2. Kabag Sumda
3. Kasat Intelkam Polresta Cirebon, AKP Singgih
4. Bripda Anton Helmi
5. Kasat Lantas AKP Kurnia
6. Kanit Propam
7. Iptu Harsita
8. Aiptu Sukirno
9. Aiptu Tata Kurniawan
10. Aiptu Yon Patriono
11. Briptu Septian
12. Briptu Devan
13. Aipda Durahim
14. Pengtu Mashuri
15. Pendatu Teten Rustendi
16. Pendatu Dedi
17. Briptu Sugiarto
18. Ipda H Mukali
19. Briptu Heri
20. Briptu Ade Kartiwa
21. Aiptu Edi Heryadi
22. Yadi phl
23. Bripda Asnawi Latif
24. Rahmat Sunyoto (pedagang)
25. Bripka Suratmoko
26. Bripka Rozak
27. Ustad Abas (khotib Jumat)
read more

0 comments

BOM BUNUH DIRI

NGERI GAN !!!!!!
Jum'at 15 april 2011, Telah terjadi bom bunuh diri, di masjid komplek mapolres cirebon, 1 korban meninggal di duga pelaku bom bunuh diri. Kapolres Cirebon AKBP  Herukoco menjadi salah satu korban luka, beliau sekarang sedang menjalani perawatan intensif di RS PERTAMINA, beliau juga sempat berpesan kepada  keluarga agar tenang karena beliau baik-baik saja, kata saksi mata yg di temui wartawan,

Disebutkan juga ada sekitar 27 korban lagi yang terbagi beberapa rumah sakit, Kadiv Humas POLRI Irjen Bachrul Alam mengatakan bahwa tim gegana sudah di terjunkan ke lapangan guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara di tempat berbeda, mantan Ketum PBNU Hasyim Musyadi mengatan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah aktor lama.

Sekarang target dari teroris juga sudah mulai berpindah, yang tadinya di targetkan pada hotel-hotel mewah, sekarang sudah mulai terjadi random target, hal ini membuat masyarakat semakin was-was, setelah teror bom buku beberapa waktu lalu, Maka tugas POLRI saat ini menjadi tambah berat

read more

0 comments

Bunuh Diri


Kamis, 14 April 2011 , 06:02:00

PONTIANAK—Sepanjang Januari hingga April 2011 terhitung 11 kasus bunuh diri  terjadi. Kalangan pria mendominasi sebagai korban.  Pemicu persoalah hampir merata. Tidak jauh berbeda. Semua akibat korban merasa hidup tanpa arti bagi orang lain. Karena menjadi sasaran luapan emosi.
Hingga memendam rasa dan ketika sudah tidak mampu menahan, segala emosi yang tertahan meluap. Dengan mengambil keputusan jalan pintas. Memilih mengakhiri hidup. Menjadi sebuah pilihan yang mewarnai kehidupan sosial dilingkungan masyarakat. Padahal segi agama melarang aksi bunuh diri. Pangkal persoalan bunuh diri karena faktor ketersinggungan menjadi motif utama. Mulai di lingkungan keluarga maupun dengan orang terdekat.

Karena sulit menerima jika menjadi sasaran kemarahan. Bunuh diri menjadi bentuk perlawanan yang ditempuh. Meski sebetulnya masalah begitu ringan. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Komisaris Puji Prayitno mengatakan kebanyakan terjadi akibat rasa ketersinggungan yang berlebihan. Hingga merasa hidup menjadi tanpa arti. Bunuh diri pun dianggap sebagai solusi terbaik. 

“Penyebab rasa ketersinggungan selalu datang dari orang dekat. Mulai orang tua maupun kekasih. Karena orang dekat sangat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Berbeda dengan orang yang hanya sebatas kenal biasa. Tanpa hubungan emosional,” katanya.  Adapun kasus bunuh diri antara lain dua kasus di Sungai Kakap. Kedua korban adalah laki-laki.

Bahkan seorang korban nekat bunuh diri karena tidak sanggup membayar uang mahar bagi calon istri. Kemudian kasus di Jalan Alianyang. Korbannya, seorang murid SMP. Bunuh diri karena dimarahi orang tua. Kasus gantung diri juga muncul di Jl. W.R Supratman. Lalu kasus serupa timbul di Sungai Raya, sebanyak satu kasus. Serta di Jalan Perdana. Seorang pria muda nekat menghabisi nyawa sendiri dengan  cara gantung diri.

Aksi nekat menghabisi nyawa sendiri terus berlanjut. Bahkan dengan cara cukup ekstrem. Yakni membakar diri. Aksi tersebut dilakukan sepasang suami istri di Kuala Ambawang, Kubu Raya. Rosita dan Hambali. Keduanya meninggal meski sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.  Menurut Kasat, penyulut pasangan suami istri itu bunuh  diri diduga kuat karena masalah ekonomi.

Bukan masalah ketersinggungan. Tetapi, lanjut dia, aksi bunuh diri banyak motif. Semua tergantung faktor yang melatarbelakangi Serta korban bisa muncul dari berbagai latar belakang. Namun kebanyakan korban bunuh diri berasal dari ekonomi kelas menengah. Meski menghabisi nyawa sendiri terkadang bukan akibat masalah perekonomian.

“Terkadang nekat bunuh diri tidak tahan menghadapi keadaan atas penyakit yang diderita. Dengan menganggap penyakit sebagai beban serta tersinggung jika diajak membicarakan beban yang dihadapi. Hingga memutuskan bunuh diri. Ini juga bisa menjadi salah satu penyebab,” kata Kasat. Serta kasus terbaru. Cukup menghebohkan yakni percobaan bunuh diri seorang perempuan muda, Evi (20). Dengan nekat manjat tower stasiun transmisi salah satu TV Swasta, Selasa (12/4) kemarin.

Aksi tersebut juga pernah menjadi peristiwa penutup tahun. Yakni pria  melompat dari menara  masjid di Jalan H.A.Rais Rahman. Penyebabnya, cinta di tolak. Kalau Evi, tidak terima di tuding selingkuh sama tunangan. Kasat menambahkan, dalam penanganan kasus bunuh diri pihaknya sebatas memeriksa korban. Namun jika untuk mencegah terasa sulit. Sebab menyangkut persoalan kejiwaan. Kecuali masalah pidana.

Tetapi, lanjut dia, atas munculnya aksi nekat percobaan bunuh diri dengan manjat tower akan  menjadi perhatian kedepan. Serta berharap pemilik tower dapat memperketat arealnya. Dengan memasang pagar sesuai standar pengamanan. Dan tidak memperkenankan pihak yang tidak berkepentingan memasuki areal tower. “Supaya tower atau tempat ketinggian tidak disalahgunakan,” kata Kasat.

read more

Tuesday, April 12, 2011 0 comments